Google_plus Pinterest Vimeo RSS
  • CS 1: 08971979095
    CS 2: 0895401538547
  • Instagram
  • Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen

    Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen
    Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen
    Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen
    Buat kamu yang sedang berwisata di Yogyakarta, ataupun buat mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi di Yogyakarta, kamu harus tahu tentang Pasar Klithikan ini. Pasar Klithikan adalah pasar barang bekas termurah yang bisa kamu temui di Yogyakarta. Barang-barang seperti buku, peralatan rumah tangga, aksesoris kendaraan, bahkan barang elektronik. Buat wisatawan, tempat ini hadir sebagai wisata barang-barang antik, karena kalau kamu cukup jeli, kamu bisa menemukan berbagai barang menarik yang tidak kamu duga.

    Di artikel ini, Hostel Jogja Murah ingin berbagi sedikit mengenai Pasar Klithikan Pakuncen. Kenapa kami mengulas tempat ini, karena merupakan salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi wisatawan Yogyakarta. Walaupun pasar ini tergolong baru, namun para penjualnya sudah lama berjualan di tempat-tempat lain sebelum direlokasi oleh pemerintah ke pasar ini. Untuk itu, kamu perlu lebih tahu tentang Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen ini. 

    Menurut beberapa orang, nama Klihikan berasal dari barang yang dijual oleh pedagang di sini. Awalnya pedagang Pasar Klithikan kebanyakan menjual berbagai aksesoris kendaraan. Aksesoris-aksesoris kendaraan ini banyak yang mengeluarkan bunyi seperti “klithik-klithik.” Karena itulah kemudian Pasar ini dinamakan Pasar Klithikan. 

    Namun ada juga yang beranggapan bahwa kata klithikan itu merupakan istilah yang dalam Bahasa Indonesia berarti barang bekas. Karena memang kebanyakan barang yang dijual di pasar ini merupakan barang bekas atau secondhand. Sedangkan nama Pakuncen sendiri berasal dari nama daerah tempat pasar ini berdiri, yaitu Kuncen. 

    Awalnya, pedagang Pasar Klithikan ini dulunya merupakan pedagang yang beroperasi di sekitar Jalan Mangkubumi, Jalan Asem Gede, dan Alun-Alun Kidul. Mereka berdagang dengan menggelar tikar di trotoar dan pinggir jalan, memajang barang-barang yang mereka jual. Kemudian pemerintah melakukan relokasi untuk menertibkan daerah-daerah tersebut agar lebih rapih dan enak dikunjungi. Alhasil, pada tahun 2007 Pasar Klithikan Pakuncen diresmikan, dan seluruh pedagang yang beroperasi di pinggir jalan itu dipindahkan ke Pasar Klithikan. 

    Pasar yang awalnya kebanyakan menjual berbagai aksesoris kendaraan, kini berisi berbagai pedagang yang menjual beragam barang berkualitas dengan harga yang lebih murah. Mulai dari barang-barang sandang seperti kaos dan sepatu, barang-barang rumah tangga, perkakas, jam tangan, barang elektronik seperti smartphone, bahkan hewan peliharaan. Kebanyakan merupakan barang bekas, sehingga harganya di bawah harga umum. Namun jangan ragu untuk selalu menawar, karena di pasar ini kamu tetap bisa menawar barang apapun. 

    Selain barang bekas, Pasar Klithikan juga menyediakan barang-barang baru yang memiliki area tersendiri. Tapi yang merupakan daya tarik utama pasar ini adalah barang bekas dan barang antik. Di sini kamu bisa menemukan berbagai barang yang sudah tidak ada di pasaran, barang-barang lama yang bisa kamu gunakan untuk mendekorasi rumah atau kamar kamu. Maka dari itu bagi kamu yang sedang berwisata di Yogyakarta, ada baiknya pergi ke pasar ini untuk mencari suvenir menarik untuk dibawa pulang. 

    Jangan membayangkan pasar ini sebagai pasar yang kumuh dan sesak, karena bangunan pasar ini sendiri baru resmi didirikan pada tahun 2007. Sebelumnya pasar ini merupakan pasar hewan, namun kemudian pasar hewan tersebut direlokasi ke daerah Gamping dan kemudian pasar di tempat ini dibangun ulang menjadi Pasar Klithikan. Fasilitas Pasar ini cukup komplit, dengan area parkir yang luas dan fasilitas toilet yang memadai. Banyak juga turis-turis asing yang menyempatkan berkunjung ke pasar ini. 

    Pasar Klithikan Pakuncen buka setiap hari mulai dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Namun kalau kamu ingin pergi ke sini pada saat-saat ramainya, maka datang di waktu sore menjelang malam. Keuntungan datang ke pasar ini pada saat ramai adalah karena banyak pedagang yang memang baru membuka kiosnya pada waktu-waktu tersebut. 

    Terutama pada akhir minggu, pengunjung Pasar Klithikan membeludak sampai-sampai area parkir penuh. Memang pemburu barang bekas murah berkualitas di Indonesia sangat banyak sekali. Tapi jangan lupa, kamu harus cukup mahir menilai harga agar bisa menawar dengan harga yang pantas.

    Jadi kalau kamu sedang ingin berburu barang-barang antik untuk suvenir wisatamu di Yogyakarta, atau mencari barang-barang unik untuk menghias kamarmu agar lebih nyaman, atau mungkin sekedar ingin membeli kaos atau sepatu bagus namun dengan harga yang murah, jangan lupa untuk mengunjungi Pasar Klithikan Pakuncen ini.

    Kamu sedang membaca artikel tentang Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen dan kamu bisa menemukan artikel Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen ini dengan url https://www.hosteljogjaid.com/2018/11/sejarah-mitos-dan-fakta-pasar-klithikan.html, kamu boleh menyebarluaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen ini sangat bermanfaat bagi teman-temanmu,namun tolong cantumkan link Sejarah, Mitos, dan Fakta Pasar Klithikan Pakuncen sebagai sumbernya ya!.