Google_plus Pinterest Vimeo RSS
  • CS 1: 08971979095
    CS 2: 0895401538547
  • Instagram
  • Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup?

    Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup?
    Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup?
    Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup?—
    Pasar Kembang atau biasa disebut Sarkem, merupakan tempat lokalisasi prostitusi yang terkenal hingga ke mancanegara. Hal ini karena keberadaannya yang sudah ada lebih dari seratus tahun yang lalu, sejak Pemerintahan Belanda melakukan pembangunan rel dan stasiun kereta api di Yogyakarta.
    Selain itu, Sarkem juga menjadi salah satu wisata yang banyak diminati turis asing, karena letaknya yang berada di pusat kota dan berdekatan dengan tempat wisata Kota Yogyakarta yang lain, seperti keraton dan Malioboro, sehingga turis dapat dengan mudah menjangkau Sarkem.

    Hingga saat ini, Sarkem masih aktif menjadi tempat prostitusi dan belum ditutup oleh pemerintah. Kenapa Sarkem Tidak Ditutup oleh Pemerintah Kota Yogyakarta? Kali ini Hostel Jogja Murah akan membahas mengenai berbagai hal yang menyebabkan lokalisasi Sarkem tidak ditutup hingga sekarang. 

    Menurut sejarah, kegiatan prostitusi di Sarkem sudah ada sejak Pemerintah Belanda membangun Sasiun Tugu Yogyakarta pada tahun 1884. Saat itu muncul penginapan-penginapan di wilayah itu akibat pembangunan jalur transportasi kereta api. Dan perempuan-perempuan pekerja seks pun muncul, awalnya menjajakan diri pada para pekerja pembangunan rel kereta dan stasiun. Kemudian, para perempuan pekerja seks tersebut mulai menjajakan diri pada para pelancong, orang-orang yang baru tiba di Kota Yogyakarta, baru turun dari kereta yang berhenti di Stasiun Tugu. 

    Keadaan tersebut menjadi alasan masyarakat yang tinggal di wilayah Jalan Pasar Kembang dan sekitarnya menjadikan prostitusi sebagai landasan kehidupan ekonomi mereka. Warga mulai membangun losmen, hotel dan penginapan. Kemudian bermunculan juga tempat tinggal untuk para pekerja seks, rumah-rumah makan, dan yang lainnya. 

    Karena itulah, lokalisasi prostitusi di wilayah Sarkem sulit untuk ditutup. Karena masyarakat di wilayah itu sudah terlanjur bergantung pada praktek prostitusi sebagai penggerak roda ekonominya. 

    Sebenarnya, pemerintah sudah mengupayakan penutupan Lokalisasi Sarkem. Seperti Perda No. 15/1954 dan Perda No. 18/1954 yang mengatur tentang penutupan tempat-tempat pelacuran dan pelarangan kegiatan pelacuran di tempat-tempat umum. Kemudian pada tahun 1974-1976 pemerintah juga sempat melakukan relokalisasi Sarkem ke tanah pemerintah di wilayah Mrican. Namun tetap saja kegiatan prostitusi tidak dapat dihilangkan di wilayah Sarkem, hingga akhirnya pemerintah mencabut keputusan relokasi tersebut. 

    Beberapa waktu yang lalu sempat beredar berita bahwa Sarkem akan ditutup. Hal ini karena melihat beberapa kota besar lain di Indonesia telah mulai menutup tempat lokalisasi di kotanya, seperti Dolly di Surabaya dan Kalijodo di Jakarta. Namun kemungkinan Sarkem ditutup sangat kecil. 

    Ada yang berpendapat bahwa Sarkem tidak bisa ditutup karena sejatinya Sarkem bukan merupakan lokalisasi prostitusi, melainkan wilayah perkampungan warga. Kebetulan di wilayah itu banyak terjadi praktek prostitusi. Akan tetapi wilayah tersebut tidak bisa ditutup karena adanya warga yang juga tinggal di tempat tersebut. Tidak sepert Dolly yang memang secara resmi menjadi lokalisasi, kegiatan prostitusi di Sarkem sudah ada dari semenjak sebelum pemerintahan Indonesia berdiri dan tidak pernah diresmikan sebagai tempat lokalisasi oleh pemerintah. 

    Apabila Sarkem langsung ditutup, kemungkinan yang paling menderita adalah warga yang tinggal di wilayah Sarkem yang menggantungkan ekonominya pada kegiatan prostitusi, seperti pemilik losmen dan yang lainnya. Karena itu, penutupan bukan merupakan upaya terbaik untuk mengurangi prostitusi di wilayah Sarkem ini. 

    Kalau kamu ingin tahu lebih mengenai Pasar Kembang atau Sarkem, kamu bisa baca artikel Mengulik Sejarah Pasar Kembang Jogja.

    Kamu sedang membaca artikel tentang Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup? dan kamu bisa menemukan artikel Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup? ini dengan url https://www.hosteljogjaid.com/2018/11/kenapa-sarkem-pasar-kembang-jogja-tidak.html, kamu boleh menyebarluaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup? ini sangat bermanfaat bagi teman-temanmu,namun tolong cantumkan link Kenapa Sarkem (Pasar Kembang) Jogja Tidak Ditutup? sebagai sumbernya ya!.